WalasujiTa

lewa lewana lino

catatan penghujung malam

sengaja ku tanggalkan hiasan di depanmu
setelah sekian lama ku patut
ku jejakkan bauku di depan pintumu
hanya ingin kau tahu
rindu kemarin masih terbungkus
dalam jaring yang pernah kau rajut

jemarimu masih saja lentik mainkan dawai
nadamu pun tak beranjak
hingga seribu senyuman kau gantung di langit kamarmu
suatu ketika
satu demi satu
jatuh menimpa tiap bagian tubuhmu

aku masih berdiri di pintumu
sengaja tak menyapa
sebab tanganku pun telah kau catut
sejak keretaku retak tak berpesona
ketika senyuman terburai di dinding kamarku

mare, 7 Juni 2009

Desember 1, 2009 Posted by | puisi, sastra | 2 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.